Gerak Cepat Pemdes Dahanrejo Bersama Puskesmas Kebomas Lakukan Fogging Cegah Wabah Chikungunya
Dahanrejo — Pemerintah Desa Dahanrejo bersama Puskesmas Kebomas bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan wabah chikungunya di Dusun Dahanrejo Lor. Langkah penanganan dilakukan melalui pengecekan lapangan hingga pengasapan (fogging) guna memutus rantai penularan.
Laporan warga diterima pada Rabu, 29 April 2026. Menindaklanjuti hal tersebut, petugas kesehatan langsung melakukan pemeriksaan dari rumah ke rumah pada Kamis, 30 April 2026.
Dari hasil pendataan, tercatat lebih dari 20 warga mengalami gejala seperti demam, nyeri sendi, serta ruam kemerahan disertai rasa gatal. Sebagian warga dilaporkan sudah mulai sembuh, sementara lainnya masih dalam tahap awal sakit.
Petugas Kesehatan Desa, Sri Wahyuni, menyampaikan bahwa pada awalnya masyarakat belum menyadari gejala tersebut merupakan chikungunya.
“Awalnya dikira sakit biasa. Namun karena jumlah penderita semakin banyak dan penyebarannya berpindah dari satu rumah ke rumah lain, kami segera melakukan langkah penanganan, termasuk fogging,” ujarnya.
Baca Juga: https://desadahanrejo.gresikkab.go.id/artikel/2026/4/27/dua-rw-di-desa-dahanrejo-gelar-pemilihan-diba-arranirie-dan-h-narsan-resmi-terpilih
Sebagai tindak lanjut, fogging dilaksanakan pada Sabtu (2/5/2026), dengan menyasar seluruh area Dusun Dahanrejo Lor.
Kemudian Bidan Desa, Ilma Nurhayati, menjelaskan bahwa pengasapan dilakukan secara menyeluruh, baik di dalam maupun di luar rumah warga, termasuk lokasi yang berpotensi menjadi sarang nyamuk seperti saluran air dan pekarangan.
“Fogging berjalan lancar, aman, dan terkendali. Kami mengimbau warga untuk membersihkan peralatan makan serta ruangan yang terpapar asap sekitar satu jam setelah pengasapan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa fogging hanya efektif membunuh nyamuk dewasa. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tetap melakukan langkah pencegahan melalui gerakan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mengubur barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk.
Kepala Desa Dahanrejo, H. Mochammad Hasan, menegaskan komitmen pemerintah desa dalam menjaga kesehatan masyarakat.
“Kami bergerak cepat begitu menerima laporan warga. Koordinasi dengan Puskesmas Kebomas menjadi langkah penting agar penanganan bisa dilakukan secara efektif. Kami juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan,” tegasnya.
Chikungunya merupakan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang juga dikenal sebagai vektor demam berdarah. Penyakit ini ditandai dengan demam mendadak dan nyeri sendi hebat, serta dapat disertai ruam kulit.
Pemerintah desa mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah penyebaran penyakit. Dengan sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan kondisi di Dusun Dahanrejo Lor dapat segera terkendali.