Dahanrejo – Tradisi Riyoyo Kupat atau lebaran ketupat yang digelar pada hari ketujuh setelah Hari Raya Idul Fitri masih terus terjaga di tengah masyarakat. Tradisi ini menjadi bentuk ungkapan syukur setelah umat Islam melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal.
Seperti yang dilakukan warga di Desa Dahanrejo, meliputi Dusun Dahanrejo Kidul, Dahanrejo Lor, dan Singorejo yang masih kompak menggelar selamatan Riyoyonan. Warga berkumpul di masjid/mushola setempat dengan penuh kebersamaan dan kekhidmatan, Sabtu (28/03/2026).
Berbagai hidangan dibawa oleh warga sebagai bentuk sedekah, di antaranya lontong, kupat, lepet, opor ayam, buah-buahan, serta aneka makanan lainnya. Hidangan tersebut kemudian ditata bersama untuk selamatan (bancakan) sebelum disantap bersama.
Tokoh masyarakat setempat, Kamran Basuki, menyampaikan bahwa tradisi Riyoyo Kupat atau Lebaran Kupat merupakan warisan budaya yang sudah ada sejak zaman Sunan Kalijaga. Tradisi ini mencerminkan akulturasi budaya Jawa dengan nilai-nilai keislaman.
Baca Juga: https://desadahanrejo.gresikkab.go.id/artikel/2026/3/9/pererat-kebersamaan-pemdes-dahanrejo-gresik-gelar-buka-puasa-bersama-dan-penyaluran-insentif
“Tradisi ini bukan sekadar makan bersama, tetapi juga mengandung nilai kebersamaan, sedekah, dan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan,” ujarnya.
Sebelum makanan dinikmati bersama, seluruh warga terlebih dahulu memanjatkan doa agar sedekah yang dibawa mendapatkan keberkahan dan membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Dahanrejo, H. Mochammad Hasan, mengungkapkan rasa syukurnya karena tradisi tersebut masih terjaga dengan baik di seluruh wilayah desa.
“Alhamdulillah kegiatan ini masih terjaga dengan baik, baik di Dusun Dahanrejo Kidul, Dahanrejo Lor, maupun Singorejo yang semuanya masih menggelar tradisi ini. Tradisi seperti ini harus tetap kita lestarikan. Jika tidak terus dilestarikan, maka lambat laun akan terkikis oleh perkembangan zaman. Kalau tidak kita, siapa lagi yang akan menjaga dan melestarikannya,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, warga berharap tradisi Riyoyo Kupat tetap lestari dan terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari kearifan lokal yang sarat makna religius dan sosial.