Dahanrejo – Masyarakat Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, memiliki tradisi khas dalam menyambut momen Nisfu Sya’ban yang dikenal dengan Tradisi Brahatan. Tradisi ini dilaksanakan pada Senin malam (2/2/2026) atau sekitar dua pekan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.
Sejak sore hari, suasana desa mulai tampak berbeda. Warga, khususnya kaum ibu, tampak sibuk menyiapkan tumpeng serta beragam jajanan tradisional di rumah masing-masing. Hidangan tersebut kemudian dibawa ke masjid dan musala sebagai bentuk sedekah sekaligus simbol rasa syukur kepada Allah SWT.
Usai melaksanakan salat Maghrib, masyarakat dari berbagai kalangan anak-anak, remaja, hingga orang tua berbondong-bondong mendatangi masjid dan musala di lingkungannya. Kebersamaan tampak begitu kental, mencerminkan kuatnya ikatan sosial dan spiritual warga Desa Dahanrejo.
Baca Juga: https://desadahanrejo.gresikkab.go.id/artikel/2026/1/31/kopwan-mandiri-dahanrejo-gelar-rat-tutup-buku-tahun-2025
Rangkaian ibadah Malam Nisfu Sya’ban diisi dengan pembacaan Surat Yasin sebanyak tiga kali, yang masing-masing diniatkan untuk memohon panjang umur dalam ketaatan, kelapangan rezeki yang halal, serta keteguhan iman. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama untuk memohon ampunan, keselamatan, dan keberkahan bagi seluruh warga.
Malam Nisfu Sya’ban dipandang istimewa oleh umat Islam karena diyakini sebagai malam pengampunan dan penentuan takdir manusia untuk satu tahun ke depan. Oleh karena itu, masyarakat memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan ibadah, introspeksi diri, serta mempersiapkan hati dan spiritual menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.
Meski peringatan Malam Nisfu Sya’ban tidak termasuk ibadah yang disyariatkan secara khusus, Tradisi Brahatan telah mengakar kuat sebagai warisan budaya dan spiritual masyarakat Desa Dahanrejo. Tradisi ini terus dilestarikan secara turun-temurun sebagai sarana memperkuat nilai keagamaan sekaligus menjaga kearifan lokal.
Melalui Tradisi Brahatan, warga tidak hanya meneguhkan nilai-nilai religius, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan kekompakan antarwarga. Tradisi ini menjadi ruang silaturahmi yang hangat serta mempererat persaudaraan dalam suasana penuh keberkahan dan kekhidmatan.