Anjangsana Pengajian Rutin TP PKK Kecamatan Kebomas, Desa Dahanrejo Jadi Tuan Rumah
Dahanrejo - Pemerintah Desa Dahanrejo mendapat kehormatan menjadi tuan rumah dalam kegiatan Anjangsana Pengajian Rutin Al Hijrah yang diselenggarakan oleh TP PKK Kecamatan Kebomas, Kamis (26/06/2025).
Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Dahanrejo dengan dihadiri oleh kader-kader PKK dari seluruh desa dan kelurahan se-Kecamatan Kebomas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua TP PKK Kecamatan Kebomas, Ibu Wahyu Tri Joko Efendi, Sekretaris Kecamatan Kebomas, Ibu Hidayatul Muslimah, serta para Ketua TP PKK desa dan kelurahan se-Kecamatan Kebomas.
Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, peningkatan keimanan, sekaligus mempererat sinergi antar desa.
Kepala Desa Dahanrejo, H. Mochammad Hasan, dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada para tamu undangan.
"Kami merasa bangga dan bersyukur Desa Dahanrejo dapat menjadi tuan rumah. Mohon maaf jika dalam penyambutan masih ada kekurangan. Semoga kegiatan ini membawa berkah untuk kita semua," ujarnya.
Baca Juga: https://desadahanrejo.gresikkab.go.id/index.php/artikel/2025/6/22/pawai-drum-band-meriahkan-haflah-akhirussanah-mi-miftahul-huda-dahanrejo-gresik
Ketua TP PKK Kecamatan Kebomas, Ibu Wahyu Tri Joko Efendi, juga menyampaikan rencana kegiatan mendatang.
"Insya Allah bulan depan, TP PKK akan memperingati Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram 1447 H, yang direncanakan digelar pada minggu kedua bulan Juli 2025. Kami doakan seluruh peserta selalu dalam keadaan sehat dan diberi umur panjang," ucapnya.
Acara dilanjutkan dengan mauidhotul hasanah oleh Ustadzah Hj. Siti Aminah, yang menyampaikan tausiyah penuh makna dengan gaya bahasa yang ringan, hangat, dan menyentuh hati.
Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya membaca sholawat Nabi sebagai amalan yang membawa ketenangan hati dan keberkahan hidup.
"Tiada hari tanpa sholawat. Siapa yang hidupnya dipenuhi sholawat, insya Allah hatinya damai, keluarganya tenang, dan hidupnya dimudahkan," ujar beliau.
Ustadzah juga mengingatkan para ibu dan jamaah untuk menjadi pribadi yang mampu menahan amarah, karena dalam kehidupan sehari-hari, ujian datang dari berbagai arah.
"Kadang kita ini digoda oleh suami, kadang oleh anak, bahkan tetangga. Kalau tidak sabar, bisa terpancing emosi. Tapi sabar itulah yang membuat kita mulia di hadapan Allah," tegas beliau.
Beliau juga menambahkan bahwa rumah tangga yang harmonis lahir dari kesabaran dan komunikasi yang baik, terutama dari seorang istri yang menjadi pilar utama rumah tangga.
"Ibu-ibu adalah jantung rumah. Kalau ibunya tenang, insya Allah rumahnya juga adem. Maka latih terus sabar, istighfar, dan jangan lupa sholawat," tutup beliau.